Jumat, 12 April 2013

HATI YANG FAHAM



“Hati yang faham”

1 Raja-Raja 3:1-15

                 Kita berada dalam lingkungan manusia yang cukup besar, berada dalam struktur jaringan social yang cukup kompleks, karena ketidak seragaman sikap dan juga karakter setiap manusia membuat kita hidup dengan penuh persoalan dan juga tantangan.  Begitu juga dengan Salomo seorang muda yang dipakai Tuhan untuk menjadi pemimpin bangsa Israel.
                 Seorang muda biasanya memiliki idealism yang cukup kuat dengan semangat yang menggebu-gebu untuk mengejar apa yang diharapkan.  Dan kecenderungan yang di kejar oleh orang muda adalah, Harta, Tahta.  kedua hal ini menjadi prioritas utama yang di kejar oleh orang muda saat ini makanya tidak jarang khususnya di Indonesia ada banyak entrepreneur muda yang sukses di berbagai perusahaan.  Terkadang anak muda tidak prnah merasa puas dengan hasil yang didapatkanya dia pasti akan terus dan terus untuk mencari dan mengusahakan kedua hal tersebut bertambah “mumpung masih muda”
                 Tetapi Salomo tidak memprioritaskan kedua hal tersebut ,  kekuasaan didapatkanya dengan Cuma-Cuma dari Tuhan,  harta melimpah karena dia Putra Raja Daud dan dia juga menjadi pemimpin bangsa Israel setelah ayahnya.  Saat Tuhan datang kepada Salomo di dalam mimpi dan bertanya kepada Salomo tentang apa yang dia minta, Salomo tidak meminta harta dan kekuasaanya bertambah besar.  Salomo Justru meminta HIKMAT dari Tuhan untuk memimpin bangsanya,  meminta hikmat untuk bisa membedakan mana yang baik dan yang jahat.   Berkat yang diperoleh oleh Salomo adalah hikmta yang luar biasa,  dan ternyata tidak cukup berhenti di situ saja Tuhan juga menambahkan berkat-berkatnya.. harta dan kekuasaanya bertambah-tambah .
                Bagaiman dengan kita setiap hari  kita selalu berdoa kepada Tuhan meminta ini meminta itu tapi terkadang kita melupakan “Hati Yang Faham”  hati yang benar-benar penuh hikmat dari Tuhan sehingga kita bisa membedakan mana yang benar dan mana yang jahat.  Sehingga hati kita bisa mengerti dan salalu mengusahakan yang baik dan yang berkenan kepada Allah..  TUHAN YANG AKAN MENAMBAHKAN  SEMUA YANG KITA PERLUKAN…       

MARI MEMINTA HATI YANG FAHAM DARI TUHAN

HATI YANG FAHAM



“Hati yang faham”

1 Raja-Raja 3:1-15

                 Kita berada dalam lingkungan manusia yang cukup besar, berada dalam struktur jaringan social yang cukup kompleks, karena ketidak seragaman sikap dan juga karakter setiap manusia membuat kita hidup dengan penuh persoalan dan juga tantangan.  Begitu juga dengan Salomo seorang muda yang dipakai Tuhan untuk menjadi pemimpin bangsa Israel.
                 Seorang muda biasanya memiliki idealism yang cukup kuat dengan semangat yang menggebu-gebu untuk mengejar apa yang diharapkan.  Dan kecenderungan yang di kejar oleh orang muda adalah, Harta, Tahta.  kedua hal ini menjadi prioritas utama yang di kejar oleh orang muda saat ini makanya tidak jarang khususnya di Indonesia ada banyak entrepreneur muda yang sukses di berbagai perusahaan.  Terkadang anak muda tidak prnah merasa puas dengan hasil yang didapatkanya dia pasti akan terus dan terus untuk mencari dan mengusahakan kedua hal tersebut bertambah “mumpung masih muda”
                 Tetapi Salomo tidak memprioritaskan kedua hal tersebut ,  kekuasaan didapatkanya dengan Cuma-Cuma dari Tuhan,  harta melimpah karena dia Putra Raja Daud dan dia juga menjadi pemimpin bangsa Israel setelah ayahnya.  Saat Tuhan datang kepada Salomo di dalam mimpi dan bertanya kepada Salomo tentang apa yang dia minta, Salomo tidak meminta harta dan kekuasaanya bertambah besar.  Salomo Justru meminta HIKMAT dari Tuhan untuk memimpin bangsanya,  meminta hikmat untuk bisa membedakan mana yang baik dan yang jahat.   Berkat yang diperoleh oleh Salomo adalah hikmta yang luar biasa,  dan ternyata tidak cukup berhenti di situ saja Tuhan juga menambahkan berkat-berkatnya.. harta dan kekuasaanya bertambah-tambah .
                Bagaiman dengan kita setiap hari  kita selalu berdoa kepada Tuhan meminta ini meminta itu tapi terkadang kita melupakan “Hati Yang Faham”  hati yang benar-benar penuh hikmat dari Tuhan sehingga kita bisa membedakan mana yang benar dan mana yang jahat.  Sehingga hati kita bisa mengerti dan salalu mengusahakan yang baik dan yang berkenan kepada Allah..  TUHAN YANG AKAN MENAMBAHKAN  SEMUA YANG KITA PERLUKAN…       

MARI MEMINTA HATI YANG FAHAM DARI TUHAN

Rabu, 03 April 2013

HATI YANG BERKOBAR-KOBAR




Hati Yang Berkobar-Kobar

Lukas 24:13-35
                  Manusia diciptakan memiliki keunikan,  memiliki temperament yang berbeda, memiliki karakter yang berbeda, memiliki hati dan kebiasaan yang berbeda dengan kepekaan perasaan yang berbeda.  Masing-masing individu sungguh berbeda dan tidak ada yang sama, sekalipun kembar identic pasti tetapp berbeda karena manusia memang unik dan sangat indah.
                 Perbedaan-perbedaar tersebut tentunya sungguh membuat manusia itu indah dan penuh dengan warna.  Akan tetapi ada kesamaan yang dimiliki oleh setiap orang saat ini “hati yang berkobar kobar” .  setiap kita menggebu-gebu untuk bercerita saat menceritakan pengalaman pribadi dan berusaha keras untuk meceritakan ide yang ada di dalam pikiranya.  Kecenderungan ide yang ada dalam diri kita masing-masing merupakan ide yang paling benar bagi diri kita sendiri sehingga penuh semangat dan berusaha keras untuk menyampaikanya kepada orang lain dengan “hati yang berkobar-kobar”.  Dengan demikian ini menunjukan bahwa egosime manusia masih mendominasi. 
                 Setelah kebangkitan Yesus, beberapa kali Yesus menampakan diri kepada Muridnya  dan salah satunya adalah kepada Kleopas dan teman-temannya.  Mereka sadar Hati mereka berkobar-kobar dengan Firman Tuhan saat Yesus menjelaskannya.  Perbincangan Firman Tuhan membuat hati kita menyala-nyala penuh dengan sukacita.  Hati yang berkobar-kobar bukan karena menceritakan ide atau pengalaman pribadi yang telah di alami,  hati yang berkobar-kobar bukan memaksakan ide yang paling benar didalam hati kita.  tetapi hati yang berkobar adalah Menceritakan dan membicarakan Firman Tuhan dan kebenaran Firman Tuhan.

MARI BERKOBARLAH HATI KITA DENGAN FIRMAN TUHAN

HATI YANG BERKOBAR-KOBAR




Hati Yang Berkobar-Kobar

Lukas 24:13-35
                  Manusia diciptakan memiliki keunikan,  memiliki temperament yang berbeda, memiliki karakter yang berbeda, memiliki hati dan kebiasaan yang berbeda dengan kepekaan perasaan yang berbeda.  Masing-masing individu sungguh berbeda dan tidak ada yang sama, sekalipun kembar identic pasti tetapp berbeda karena manusia memang unik dan sangat indah.
                 Perbedaan-perbedaar tersebut tentunya sungguh membuat manusia itu indah dan penuh dengan warna.  Akan tetapi ada kesamaan yang dimiliki oleh setiap orang saat ini “hati yang berkobar kobar” .  setiap kita menggebu-gebu untuk bercerita saat menceritakan pengalaman pribadi dan berusaha keras untuk meceritakan ide yang ada di dalam pikiranya.  Kecenderungan ide yang ada dalam diri kita masing-masing merupakan ide yang paling benar bagi diri kita sendiri sehingga penuh semangat dan berusaha keras untuk menyampaikanya kepada orang lain dengan “hati yang berkobar-kobar”.  Dengan demikian ini menunjukan bahwa egosime manusia masih mendominasi. 
                 Setelah kebangkitan Yesus, beberapa kali Yesus menampakan diri kepada Muridnya  dan salah satunya adalah kepada Kleopas dan teman-temannya.  Mereka sadar Hati mereka berkobar-kobar dengan Firman Tuhan saat Yesus menjelaskannya.  Perbincangan Firman Tuhan membuat hati kita menyala-nyala penuh dengan sukacita.  Hati yang berkobar-kobar bukan karena menceritakan ide atau pengalaman pribadi yang telah di alami,  hati yang berkobar-kobar bukan memaksakan ide yang paling benar didalam hati kita.  tetapi hati yang berkobar adalah Menceritakan dan membicarakan Firman Tuhan dan kebenaran Firman Tuhan.

MARI BERKOBARLAH HATI KITA DENGAN FIRMAN TUHAN

Kamis, 28 Maret 2013

Pikiranmu apa Pikiran-NYA



Memikirkan apa yang dipikiranNya

Markus 8:31-37
                 Dalam suatu perjalanan dari kota batu menuju ke Pare cuaca yang pada mulanya cerah pada saat di kota batu kemudian tiba-menjadi mendung dan turun hujan.  Sesampainya di sebuah desa di sekitar kec. Pujon tiba-tiba hujan lebat tidak bisa di elakan lagi secara otomatis saya harus berteduh di sebuah gubuk di tepi jalan.  Tidak lama kemudian datang lah seorang muda yang juga sedang ingin berteduh dari hujan,  memang hujan yang cukup lebat membuat kami tidak berani meelanjutkan perjalanan mengingat daerah tersebut merupakan daerah pegunungan yang rawan longsor. 
                Saya mencoba berbincang dengan seorang muda tersebut dengan memulai berbasa-basi sedikit bertanya dari mana dan mau kemana, dan kemudian dia bercerita tentang kuliahnya.  Saat itu saya langsung bertanya apa sich yang hendak kamu lakukan setelah selesai kuliah nanti? Dia menjawab “kerja” hya semua orang juga tahu kalau selesai kuliah  kerja tetapi kerja apa?  Dia nampak  kebingungan untuk menjawab.    Kebanyakan dari kita saat ditanyai tentang hal yang lebih detail tentang harapan masa depan terkadang kebingungan untuk menjawab.  Mau buat apa sich kita ini hidup? Untuk apa kita hidup.  Perjalanan hidup kedepan yang susah ditebak dan diperkirakan membuat orang terkadang mengabaikan perencanaan detail tentang kehidupan ini dan selalu bersikap hati-hati terhadap berbagai hal.   
                 Begitu juga dengan Petrus, saat Tuhan Yesus sedang menjelaskan Firman Tuhan di depan para  imam dengan tiba-tiba Petrus menarik Yesus dan menegur Yesus untuk bersikap hati-hati.  Tetapi Yesus meenjawab dengan cukup tegas “engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirrkan manusia”  Apa yang dipikirkan Allah seharusnya menjadi dasar utama yang harus kita gumuli untuk kehidupan kita sebagi orang percaya.  Berani menderita, berani meberitakan Injil, berani memikul salib, berani mempertaruhkan nyawa tetapi tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah semua hanya akan menjadi sia-sia.  Mari bergumul untuk mengetahui Pikiran Allah untuk hidup kita di dalam Firman-Nya.   Mendekati masa penyaliban Kristus ini mari kita bergumul rencana apa yang akan Allah lakukan di dalam hidup kita.  (Chan)

MARI MEMIKIRKAN APA YANG ALLAH PIKIRKAN

Pikiranmu apa Pikiran-NYA



Memikirkan apa yang dipikiranNya

Markus 8:31-37
                 Dalam suatu perjalanan dari kota batu menuju ke Pare cuaca yang pada mulanya cerah pada saat di kota batu kemudian tiba-menjadi mendung dan turun hujan.  Sesampainya di sebuah desa di sekitar kec. Pujon tiba-tiba hujan lebat tidak bisa di elakan lagi secara otomatis saya harus berteduh di sebuah gubuk di tepi jalan.  Tidak lama kemudian datang lah seorang muda yang juga sedang ingin berteduh dari hujan,  memang hujan yang cukup lebat membuat kami tidak berani meelanjutkan perjalanan mengingat daerah tersebut merupakan daerah pegunungan yang rawan longsor. 
                Saya mencoba berbincang dengan seorang muda tersebut dengan memulai berbasa-basi sedikit bertanya dari mana dan mau kemana, dan kemudian dia bercerita tentang kuliahnya.  Saat itu saya langsung bertanya apa sich yang hendak kamu lakukan setelah selesai kuliah nanti? Dia menjawab “kerja” hya semua orang juga tahu kalau selesai kuliah  kerja tetapi kerja apa?  Dia nampak  kebingungan untuk menjawab.    Kebanyakan dari kita saat ditanyai tentang hal yang lebih detail tentang harapan masa depan terkadang kebingungan untuk menjawab.  Mau buat apa sich kita ini hidup? Untuk apa kita hidup.  Perjalanan hidup kedepan yang susah ditebak dan diperkirakan membuat orang terkadang mengabaikan perencanaan detail tentang kehidupan ini dan selalu bersikap hati-hati terhadap berbagai hal.   
                 Begitu juga dengan Petrus, saat Tuhan Yesus sedang menjelaskan Firman Tuhan di depan para  imam dengan tiba-tiba Petrus menarik Yesus dan menegur Yesus untuk bersikap hati-hati.  Tetapi Yesus meenjawab dengan cukup tegas “engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirrkan manusia”  Apa yang dipikirkan Allah seharusnya menjadi dasar utama yang harus kita gumuli untuk kehidupan kita sebagi orang percaya.  Berani menderita, berani meberitakan Injil, berani memikul salib, berani mempertaruhkan nyawa tetapi tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah semua hanya akan menjadi sia-sia.  Mari bergumul untuk mengetahui Pikiran Allah untuk hidup kita di dalam Firman-Nya.   Mendekati masa penyaliban Kristus ini mari kita bergumul rencana apa yang akan Allah lakukan di dalam hidup kita.  (Chan)

MARI MEMIKIRKAN APA YANG ALLAH PIKIRKAN

Rabu, 27 Maret 2013

RAMBU_RAMBU





Markus 13:33-37
                Saat kita hendak pergi atau berpamitan kata yang sering di ungkapkan oleh orang yang kita pamiti adalah “hati-hati ya di jalan”,  atau saat kita melintasi kawasan sekolah atau kawasan perumahan selalu ada tanda  “hati-hati”.  Bahkan sepanjang perjalanan akan selalu dipenuhi dengan rambu-rambu lalu-lintas.  Ada banyak tanda yang selalu mengingatkan sepanjang hari-hari kita baik di jalan, di kawasan umum bahkan di rumah pribadi dipenuhi dengan rambu-rambu peringatan. Ini menunjukan bahwa manusia itu harus selalu di ingatkan dan diarahkan.  Masing-masing individu harus selalu diarahkan dan diingatkan.
Semua tanda-tanda dibuat bertujuan mengingatkan setiap orang dalam beraktifitas,  begitu juga dengan Tuhan Yesus membuat tanda yang terakhir sebelum dia ditanggkap oleh para imam.  Yesus mengungkapkan “berhati-hatilah dan berjaga-jagalah!” kalimat yang sederhana tetapi sarat akan kekhawatiran Yesus kepada setiap murid-muridnya.  Ketidakpastian akan sesuatu hal akan mudah membuat manusia berpaling dan mencari sesuatu yang dianggap pasti oleh manusia.  Meskipun murid-murid selalu menyertai sepanjang pelayanan Yesus, dan sudah banyak rambu-rambu yang dipasang oleh Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya kepada para murid-Nya,  tetapi saat menjelang akhir dari pelayanan Yesus dia memasang rambu-rambu yang terakhir.  Rambu-rambu ini diharapkan menjadi kewaspadaan dari murid-murid untuk selalu bersiap-siaga meskipun sudah tidak lagi bersama dengan Yesus dan murid-murid tidak terlena oleh kenikmatan dunia dan kepastian yang tidak tentu.
Berhati-hatilah dan berjaga-jagalah!  Mengingatkan kepada kita untuk tetap selalu waspada bahwa kita harus mempertahankan hidup yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan sesuai dengan rambu-rambu yang Yesus sudah berikan di dalam Firman-Nya…

BERHATI-HATI DAN BERJAGA-JAGALAH